Postingan

Kabar Covid-19 di Beberapa Negara yang Mengalami Lonjakan

Jakarta -  Dunia masih berjuang menghadapi pandemi corona yang kembali mengganas. Bahkan beberapa negara kembali mencatatkan penambahan kasus penularan yang siginifikan. Salah satunya adalah Swiss. Negara tersebut kini dilanda oleh gelombang ke-5 COVID-19 Begitu juga di Jerman, penambahan kasus membuat pemerintahnya mengambil kebijakan lockdown bagi warga yang belum menerima vaksin. Swiss Hadapi Gelombang Kelima COVID-19 Kabar tak sedap datang dari Swiss. Kasus corona di negara tersebut meningkat empat kali lipat dalam sebulan. Pada Kamis (18/11) kasus corona di sana bertambah lebih dari 6.000 kasus. Complete kasusnya, mencapai 931.000. Meski begitu Swiss belum berencana untuk menerapkan pembatasan baru bagi warganya. Menteri Kesehatan Swiss Alain Barset menyebut negaranya berada di gelombang kelima pandemi corona. "Kami jelas menghadapi gelombang kelima," kata Alain Berset saat konferensi pers dikutip dari AFP. Di sisi existed, upaya vaksinasi di Swiss berjalan lambat. Pada...

Memasak Sambil Berdiri Bisa Menjadi Cara Memberikan Kesehatan Bagi Tubuh

Jakarta -  Hampir semua orang melakukan kegiatan masak dengan cara berdiri. Hal ini rupanya bisa memiliki manfaat yang sangat besar bagi tubuh dan mental. Tidak hanya berdiri ketika memasak saja, hal-hal remeh seperti telepon sambil berdiri dan berjalan juga memiliki manfaat ini. Hal ini dapat dialami ketika sejumlah kegiatan fisik ringan tersebut dilakukan setelah duduk selama beberapa lama. Dilansir dari Healthek , hasil temuan ini telah diterbitkan pada American Journal of Preventive Medicine. Hasil temuan menemukan hubungan antara kegiatan fisik ringan dengan menurunnya stres, meningkatnya state of mind, serta menurunnya indeks massa tubuh. "Seseorang bahkan tidak akan menganggap aktivitas ini sebagai aktivitas fisik. Aktivitas ringan memiliki intensitas yang jauh lebih rendah dibanding ke fitness center atau berjalan utnuk bekerja, namun melakukannya setelah duduk dalam waktu lama mungkin memiliki dampak," terang peneliti Jacob Meyer dari Iowa State University. Cara Sede...

Beberapa Cara Mencegah Rasa Panas dan Terbakar di Pantat Ketika Habis Memakan Makanan Pedas

Jakarta -  Munculnya rasa panas dan sakit pada saat buang air besar biasa dialami usai menyantap makanan pedas. Kondisi ini kadang membuat seseorang menjadi enggan untuk mengonsumsi makanan pedas. Dilansir dari Healthek , hal ini terjadi karena ketika kamu mengonsumsi makanan pedas, kandungan di dalamnya yang jadi penyebab rasa panas kerap tidak berubah. Luigi Basso, M.D., spesialis koloproktologi dan operasi laparoskopi dari Universitas Sapienza di Roma menyatakan bahwa tetapnya kandungan ini disebabkan karena kandungan dari makanan pedas tersebut yang bukan merupakan nutrisi sehingga akhirnya tidak diserap oleh tubuh. "Karena bagian ujung dari pantat yaitu rektum dan anus terdiri dari sel yang sama dengan mulut, makanan pedas bisa menyebabkan rasa terbakar ketika keluar," terang dr. Basso. Padahal, makanan pedas sebenarnya juga memiliki manfaat kesehatan bagi seseorang. Salah satunya adalah mempercepat metabolisme tubuh milik seseorang. Nah, agar kamu bisa menyantap makanan...

Beberapa Rekomendasi Untuk Vaksin Covid-19 Pada Anak 6-11 Tahun Dari BPOM RI

Jakarta -  Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac terhadap anak usia 6-11 tahun pada 1 November 2021 lalu. Kini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menerbitkan rekomendasi terkait penggunaan vaksin ini. Dalam rekomendasi tersebut, IDAI mengungkap bahwa terdapat berbagai pertimbangan terkait munculnya rekomendasi ini. Alasan pertama adalah karena sudah keluarnya izin penggunaan darurat dari BPOM. Cukup tingginya kasus anak yang terinfeksi COVID-19 yaitu sebesar 13 persen juga jadi pertimbangan munculnya rekomendasi ini. Kondisi ini ditambah dengan berjalannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang meningkatkan risiko seorang anak terinfeksi COVID-19 Pertimbangan existed adalah penularan yang dapat dialami atau melalui anak walau tanpa adanya gejala. Oleh karena itu, mulainya pemberian vaksin COVID-19 pada anak ini diharap bisa menekan jumlah penularan dan tranmisi COVID-19 serta mencegah kasus rawat i...

Penjelasan Para Peneliti di Balik Kebiasaan Jorok Menggigit Jari atau Kuku Tangan

Jakarta -  Menggigit jari atau lebih tepatnya menggigit kuku, adalah salah satu kebiasaan buruk yang susah untuk dihilangkan. Meski dihantui berbagai resiko penyakit, banyak yang tetap melakukannya. Hal ini merupakan hal yang biasanya tidak disadari. Dilansir dari The Verge , hal ini bahkan dilakukan oleh 20 hingga 30 persen dari keseluruhan populasi manusia. 45 persen di antara para penggigit kuku ini adalah remaja. Lalu mengapa hal ini terjadi? Banyak yang mengatakan bahwa gigit jari adalah salah satu tanda kegugupan dan kecemasan. Namun dari sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal NCBI, hal tersebut tak selalu demikian. Seseorang juga menggigit kukunya ketika mereka bosan, lapar, frustasi, atau sedang mengerjakan sesuatu yang sulit. Para ilmuwan word play here masih mencari jawaban akan penyebab utama dari manusia yang suka menggigit jari. Ketika peneliti mencari jawaban atas pertanyaan mengapa seseorang menyukai kukunya sendiri, jawabannya selalu karena mereka menyukai mengg...

Beberapa Tanda yang Muncul Ketika Imun Tubuh Anda Menurun dan Cara Mengatasinya

Jakarta -  Sistem imun atau kekebalan tubuh merupakan sebuah hal yang harus dipertahankan baik di kondisi pandemi seperti sekarang atau kapan pun. Kondisi sistem ketahanan tubuh yang baik bisa membuat kamu terhindar dari sejumlah masalah kesehatan yang muncul. Ketika sistem imun tubuh ini melemah, kamu harus mencari cara untuk meningkatkannya lagi. Untungnya, melemahnya sistem kekebalan tubuh ini bisa kamu ketahui secara mudah, Kondisi tubuhmu pada kondisi tertentu bisa menunjukkan bagaimana sistem imun tubuh. Tidak membutuhkan perangkat tambahan tertentu untuk mengecek atau mengawasi apakah sistem imun tubuh sedang menurun. Beberapa pertanda sederhana yang muncul pada tubuh sehari-hari seperti rasa lelah atau diare bisa jadi penanda melemahnya sistem imun. Dilansir dari Livestrong , berikut sejumlah tanda yang ditunjukkan oleh tubuh ketika sistem imun melemah. Pemulihan Luka Membutuhkan Waktu yang Lebih Lama Munculnya luka goresan kecil atau lecet pada tubuh bisa menjadi waktu bag...

Pada Saat Pendemi Pengidap Diabetes Bisa Lakukan Isolasi Mandiri Dirumah, Berikut Hal yang Harus Diperhatikan !

Jakarta -  Pada saat ini, angka penderita COVID-19 di Indonesia sudah jauh berkurang. Walau begitu, bukan berarti bahwa penyakit ini sudah benar-benar sirna sepenuhnya. Dr. dr. Wismandari, Sp.PD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endoktrin, Metabolik dan Diabeters mengatakan bahwa pasien diabetes mellitus bisa melakukan isolasi mandiri di rumah jika dinyatakan positif COVID-19 namun dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Gejala COVID-19 ringan di antaranya adalah demam, batuk, nyeri sendiri, nyeri kepala, diare, hidung tersumbat, mual, muntah, anosmia, ageusia, frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen di atas 95 persen. Sedangkan untuk gejala sedang dan berat tidak disarankan menjalani isolasi di rumah. "Syarat isolasi mandiri untuk pasien diabetic issues sebenarnya sama dengan yang lain, seperti menerapkan etika batuk, rutin memantau gejala, pemeriksaan suhu dan saturasi dua kali sehari pagi dan malam, kamar memiliki ventilasi yang baik dan terpis...